Kamis, 05 Februari 2015

why...?

Edit Posted by with No comments
Sebenarnya sudah sejak lama ingin kuungkapkan segala rasa yang mengganjal di hati ini melalui sebuah tulisan..

Mungkin aku memang tak pandai merangkai kata untuk mendapatkan perhatianmu, tetapi semoga kamu cukup tahu maksudku, paham betul dengan apa yang ingin kusampaikan ini..

Kawan, terkadang aku juga sadar, berpikir-pikir apa aku yang tak dapat beradaptasi atau mengikuti arus trend di kalangan teman-temanku ini, atau memang yang terjadi kini memang tidak pas dengan nilai nilai hati nurani ~

Aku hanya ingin mengajukan 2 pertanyaan untukmu…

       1.    Teman, haruskah kita menuliskan semua kegiatan kita di  
             media sosial ?
       2.   Hei, kenapa seolah begitu mendewakan foto ?

Jawab.. Butuh waktu untuk menjawab? Masih pikir-pikir ? Mulai bosan mengikuti opiniku baca sampai akhir?

Langsung ke point aja lah ya…
Ganti gaya bahasa biar nggak ribet.
Oke, menurutku pola berkomunikasi kini yang paling dominan emang melalui HP lebih khususnya chatting, punya akun sosmed yang lagi trend itu bagai nggak terpisahkan dari hidup sehari-hari. Kalo nggak punya akun ? ya bakal ketinggalan info dari temen-temenmu..

Lebih ke intinya lagi.. sebenernya aku kurang suka, bahkan mulai muak waktu buka akun yang isinya cuma humble brag -.-
Tapi dengan itulah kamu tau kabar dan keadaan temen-temenmu ter up date. Miris..

Sebagian besar yang di share, yang dipentingin itu bagai cara menyombongkan diri secara tak langsung.
Jujur aja… bahkan terkadang kamu pergi ke suatu tempat tu yang paling kamu prioritaskan cuma demi foto-foto nya. Kamu ingin didalam fotomu itu terlihat sempurna yang nanti akhirnya pasti di share sana sini >.<


YAhh.. oke memang anggapan kegiatan kayak gitu nggak salah. Iya nggak salah. Tapi menurutku mempengaruhi gaya hidup, kesehatan rohani dan jasmani :3
Mempengaruhi perilaku dan tingkah laku.

Sederhana aja nih, mengakulah kalau kamu pernah kayak gini. Kamu mengukur kehebatan/kebahagiaan temenmu kini sering diliat dari foto nya. Semakin sering dia ganti DP, ditempat-tempat yang beda-beda, entah selfie sendiri, rame-rame sama temennya mamerin apa aja lah makanannya, mobilnya, peliharaannya, kecantikannya ._.
maka semakin kamu juga pengin kayak gitu.
Jadilah kamu berusaha punya hp yang fitur kameranya top dan sering foto & share foto juga. Semacam nggak mau kalah dari temenmu.

Terus status tuh.. secara nggak sadar kadang juga berisi kesombongan terselubung. Semacam jadi sok sibuk lah, kalo beneran sibuk ya harusnya ga sempet buka hp bikin status update lagi dimana aja di share. Update masih dikampus sampe hari petang lah, lagi nugas, lagi puasa, lagi habis baca quran dsb.. Dari foto-foto dan status yang di share, terus kamu jadi lebih menghargai si Dia yang menurutmu lebih dari kamu.  Tuuh kan ? mempengaruhi sifat dan cara pandang.  


Jadi, berhati-hatilah membagikan detail kegiatan ibadahmu di media social. Kalo gak hati-hati bisa-bisa kamu dianggap riya’ dan sombong. Ibadah itu urusanmu sama Tuhan kan? Orang sedunia nggak perlu tau kmu ngapain aja, asal Tuhan udah mencatatnya, habis perkara.
Bukankah keikhlasan sebuah ibadah tercermin saat kamu berusaha menyembunyikan amalanmu dari orang lain ?


Kesimpulannya, semua itu emang tergantung niat waktu nge share dan pribadi masing-masing orang. Kalau kamu udah dewasa, hal-hal semacam itu pasti nggak kamu lakuin. Akhir kata, maaf bila tulisanku membuat kurang berkenan di hati. Semoga bermanfaat kawan. :)