Sebenarnya
sudah sejak lama ingin kuungkapkan segala rasa yang mengganjal di hati ini
melalui sebuah tulisan..
Mungkin
aku memang tak pandai merangkai kata untuk mendapatkan perhatianmu, tetapi
semoga kamu cukup tahu maksudku, paham betul dengan apa yang ingin kusampaikan
ini..
Kawan,
terkadang aku juga sadar, berpikir-pikir apa aku yang tak dapat beradaptasi
atau mengikuti arus trend di kalangan teman-temanku ini, atau memang yang
terjadi kini memang tidak pas dengan nilai nilai hati nurani ~
Aku hanya ingin
mengajukan 2 pertanyaan untukmu…
1. Teman, haruskah kita menuliskan
semua kegiatan kita di
media sosial ?
2. Hei, kenapa seolah begitu mendewakan
foto ?
Jawab..
Butuh waktu untuk menjawab? Masih pikir-pikir ? Mulai bosan mengikuti opiniku
baca sampai akhir?
Langsung
ke point aja lah ya…
Ganti
gaya bahasa biar nggak ribet.
Oke,
menurutku pola berkomunikasi kini yang paling dominan emang melalui HP lebih
khususnya chatting, punya akun sosmed yang lagi trend itu bagai nggak
terpisahkan dari hidup sehari-hari. Kalo nggak punya akun ? ya bakal
ketinggalan info dari temen-temenmu..
Lebih
ke intinya lagi.. sebenernya aku kurang suka, bahkan mulai muak waktu buka akun
yang isinya cuma humble brag -.-
Tapi
dengan itulah kamu tau kabar dan keadaan temen-temenmu ter up date. Miris..
Sebagian
besar yang di share, yang dipentingin itu bagai cara menyombongkan diri secara
tak langsung.
Jujur
aja… bahkan terkadang kamu pergi ke suatu tempat tu yang paling kamu
prioritaskan cuma demi foto-foto nya. Kamu ingin didalam fotomu itu terlihat
sempurna yang nanti akhirnya pasti di share sana sini >.<
YAhh..
oke memang anggapan kegiatan kayak gitu nggak salah. Iya nggak salah. Tapi
menurutku mempengaruhi gaya hidup, kesehatan rohani dan jasmani :3
Mempengaruhi
perilaku dan tingkah laku.
Sederhana
aja nih, mengakulah kalau kamu pernah kayak gini. Kamu mengukur
kehebatan/kebahagiaan temenmu kini sering diliat dari foto nya. Semakin sering
dia ganti DP, ditempat-tempat yang beda-beda, entah selfie sendiri, rame-rame
sama temennya mamerin apa aja lah makanannya, mobilnya, peliharaannya,
kecantikannya ._.
maka
semakin kamu juga pengin kayak gitu.
Jadilah
kamu berusaha punya hp yang fitur kameranya top dan sering foto & share
foto juga. Semacam nggak mau kalah dari temenmu.
Terus
status tuh.. secara nggak sadar kadang juga berisi kesombongan terselubung.
Semacam jadi sok sibuk lah, kalo beneran sibuk ya harusnya ga sempet buka hp
bikin status update lagi dimana aja di share. Update masih dikampus sampe hari
petang lah, lagi nugas, lagi puasa, lagi habis baca quran dsb.. Dari foto-foto
dan status yang di share, terus kamu jadi lebih menghargai si Dia yang menurutmu
lebih dari kamu. Tuuh kan ? mempengaruhi
sifat dan cara pandang.
Jadi, berhati-hatilah membagikan detail kegiatan ibadahmu di media social. Kalo gak hati-hati bisa-bisa kamu dianggap riya’ dan sombong. Ibadah itu urusanmu sama Tuhan kan? Orang sedunia nggak perlu tau kmu ngapain aja, asal Tuhan udah mencatatnya, habis perkara.
Bukankah keikhlasan sebuah ibadah tercermin saat kamu berusaha menyembunyikan amalanmu dari orang lain ?
Kesimpulannya,
semua itu emang tergantung niat waktu nge share dan pribadi masing-masing orang.
Kalau kamu udah dewasa, hal-hal semacam itu pasti nggak kamu lakuin. Akhir
kata, maaf bila tulisanku membuat kurang berkenan di hati. Semoga bermanfaat
kawan. :)
